Desain Arsitektural bergaya jadul

Gaya Desain Interior “Vintage”, Merawat & Membangkitkan Kenangan Lama

Apakah Anda seorang kolektor barang-barang lama? Semacam pemburu harta karun barang-barang peninggalan lama?

Pernahkan Anda, misalnya, menerima warisan berupa perabotan, kursi rotan lama, meja kayu jati langka, jam dinding antik, atau apapun yang sifatnya barang lama dan mungkin bersejarah yang begitu berharga? apakah itu dari Orang tua, Kakek Nenek, atau mungkin dari kerabat dekat Anda? Apakah Anda akan memilih menyimpannya dalam sebuah peti dan hanya di buka pada saat-saat tertentu saja? Atau Anda lebih memilih menggunakannnya dan memanfaatkannya atau memajangnya untuk satu dua alasan tertentu?

Mengoleksi dan menggunakan kembali barang-barang lama tersebut, adalah ibarat merawat sebuah kenangan. Mungkin kita tak akan pernah menyadari sepenuhnya, hal tersebut mampu membawa kita ke masa-masa lalu yang penuh kejayaan.

desain interior vintage. ~ via frining

Pun begitu dalam desain interior. Memasukan unsur-unsur lama ke dalam ruangan, dapat membangkitkan dan menciptakan suasana nyaman dan atmosfer lama yang sangat berharga, penuh kehangatan dan warna.

Vintage dapat berarti segala sesuatu yang telah lama atau usang. Sesuatu yang berasal dari kenangan dan tempo dulu.Vintage dalam dunia desain interior adalah penggunaan beragam elemen, unsur-unsur, dekorasi-dekorasi atau bahkan furnitur yang sempat populer atau banyak di gunakan pada era 1950an, 60an hingga 1970an.

desain interior vintage. ~ via pinterest

Di banding dengan gaya desain interior kontemporer dan atau modern, vintage memang menawarkan tampilan visual yang sangat berbeda. Tampilan vintage mampu memberikan dan seakan membawa kita kembali ke masa lalu. Namun bukan berarti juga menciptakan dan mengadopsi gaya desain klasik yang megah dan mewah, gaya desain interior vintage lebih di arahkan kepada penciptaan suasana dan atmosfer yang unik dan menarik dengan penerapan beragam elemen dan dekorasi yang cenderung antik pada ruangan.

Barang-barang lama, perabotan antik yang ikonik, sejumlah koleksi langka, dapat memberikan tampilan visual yang elegan dan bersahaja sekaligus unik dan tentu saja menarik.

furnitur vintage. ~ via lushome

Memasukan unsur-unsur lama ke dalam ruangan, dapat membangkitkan dan menciptakan suasana nyaman dan atmosfer lama yang sangat berharga, penuh kehangatan dan warna.

furnitur vintage. ~ via pinterest

furniture vintage. ~ via pinterest

Ada beberapa hal yang mesti di perhatikan untuk menciptakan suasana vintage pada ruangan. Mencampurkan beragam dekorasi dan elemen-elemen lama semisal sofa lama, meja kayu, beragam koleksi barang-barang lama, adalah hal yang esensial. Anda juga bisa memadukannya dengan perabotan kontemporer untuk mendapatkan tampilan eklektik yang sempurna, atau biasa di sebut modern vintage.

Abu-abu sebagai warna utama (Sumber: www.interiordesign3.com)

Pilih satu warna utama

Satu warna harus berfungsi sebagai faktor pemersatu dari keseluruhan desain rumah Anda. Bisa hijau atau off white, pastikan untuk memilih satu warna yang dapat mengkolaborasikan

desain interior vintage modern. ~ via essential home

Unsur retro dalam gaya desain interior vintage bisa jadi sangat terasa dan dominan. Hal ini di karenakan pada ruangan vintage, sejumlah unsur-unsur dan elemen-elemen yang mengandung nilai estetik dan artistik, sangat dominan digunakan. Misalnya penggunaan perabotan atau furnitur yang populer pada masa lalu, penggunaan dekorasi-dekorasi lama, atau bisa saja desain furnitur sekarang atau kontemporer namun memiliki bentuk yang terinspirasi dari model populer pada era sebelumnya. (lihat gambar furnitur vintage di atas).
keseluruhan tampilan.

vintage living room. ~ via the best interior

vintage shabby chic. ~ via profesional home buyers

Desain Rumah Mid-Century Modern; Hadirkan Kenyamanan Desain “Pertengahan Abad” pada Hunian Masa Kini

Desain rumah mid-century modern sangat cocok dengan arsitektur bangunan heritage yang lawas. Gaya ini akan memberikan keselarasan antara eksterior dan juga interiornya. Melahirkan kenyamanan tempat tinggal yang benar-benar maksimal.

Sebuah ungkapan yang berbunyi: “tidak ada tempat senyaman rumah”, memang benar adanya. Seperti apapun keadaan rumah yang kita tinggali, rumah akan selalu menjadi tempat ternyaman. Meski begitu, bukan berarti Anda bebas menata dan tidak memerhatikan tingkat kenyamanannya. Kenyamanan adalah hal yang perlu diciptakan, untuk membuat rumah menjadi hunian yang menyenangkan dan memberi kebahagiaan.

Baca juga:

Setiap rumah memiliki karakteristik dan fitur yang berbeda-beda. Ada yang bangunannya baru dibuat, dan tidak jarang yang usia bangunannya sudah berusia puluhan tahun, namun masih tetap kokoh berdiri. Nah, untuk rumah dengan arsitektur heritage sebenarnya Anda tidak perlu melakukan banyak perombakan. Perbaikan untuk kondisi tertentu mungkin bisa dilakukan, namun untuk merenovasi bangunan berarsitektur lama sebaiknya tidak Anda lakukan.

Heritage sendiri berarti warisan atau pusaka, dalam dunia arsitektur heritage dapat berarti bangunan tua yang memiliki nilai sejarah atau tradisi.

Bagi Anda yang memiliki rumah dengan bangunan heritage, kami sarankan untuk tetap mempertahankan bentuk dan fiturnya yang unik. Untuk mempercantik desain rumah heritage, Anda bisa menggunakan desain mid-century yang tampak klasik juga modern. Gaya desain mid-century juga dapat Anda terapkan untuk bangunan baru, dengan peletakan serta pemilihan furnitur yang tepat dan sesuai.

Gaya mid-century modern sangat cocok dengan arsitektur bangunan heritage yang lawas. Gaya arsitektur dan interior ini memberikan keselarasan dan keseimbangan antara eksterior juga interior. Mid-century sengaja dirancang untuk dapat melahirkan kenyamanan tempat tinggal yang benar-benar maksimal.

Seperti Apa Desain Rumah Mid-Century Modern?

Frank Lloyd Wright adalah tokoh yang mengembangkan gaya mid century dari bentuk arsitektur organik yang dikombinasikan dengan seni dan kerajinan.

via bendoregonrealestate.com

Mid-century modern merupakan gaya arsitektur, interior dan grafis yang secara umum menggambarkan perkembangan desain modern pada pertengahan abad ke-20. Gaya ini mulai berkembang pada sekitar tahun 1933 sampai 1965.

Mereka yang menggembangkan gaya desain mid-century modern meyakini bahwa gaya desain ini dapat menjadi sarana munculnya perubahan sosial. Perubahan sosial apakah yang dimaksud? Ternyata perubahan tersebut adalah membentuk perilaku masyarakat ke arah yang lebih baik. Sebab, umumnya gaya ini didesain sederhana dan terintergrasi dengan alam.

| Desain Ruang Tamu Vintage; Hadirkan Kenangan Lama pada Hunian Baru

Ciri-ciri Desain Rumah Mid-Century Modern

#1 Ruang Terbuka

Konsep ruang open-plan adalah karakteristik hunian modern dengan sentuhan desain mid-century.

via Parson Architecture

Untuk mendapatkan area terbuka ini, Anda dapat menerapkannya pada rumah berukuran kecil. Perhatikan ruang-ruang di rumah yang sekiranya dapat dilakukan penggabungan dan memisahkannya dari ruang-ruang yang memerlukan tingkat privasi tertentu dengan memanfaatkan struktur bangunan. Seperti menggabungkan ruang makan dan dapur, atau ruang keluarga dengan ruang tamu.

#2 Material Kayu

via French Blossom

Penggunakan furnitur berbahan kayu, menjadi salah satu cara mengaplikasikan gaya mid-century. Jika Anda menginginkan untuk lebih memperlihatkan gaya minimalis modern pada interior mid-century, Anda dapat mencoba memilih material kayu palsu semacam plywood.

| Desain Rumah Vintage, Berkelana Waktu Mengunjungi Kenangan Masa Lampau

Namun, jika ingin benar-benar menonjolkan gaya mid-century pada sebuah ruang, penggunaan kayu asli sangat direkomendasikan. Penggunaan kayu asli akan membuat tampilan ruang terasa sangat berbeda dan menarik perhatian.

Jenis kayu yang dapat digunakan untuk gaya desain mid-century antara lain, kayu mahoni, oak atau cemara. Sementara untuk bentuk atau model furnitur, pilihlah yang rendah dengan kaki-kaki yang cenderung kecil. Hindari furnitur yang ramai oleh hiasan dan ornamen untuk mempertegas gaya mid-century yang simpel.

Warna pada Desain Rumah Mid-Century Modern

Penggunaan skema warna dalam desain mid-century modern, adalah warna-warna yang hangat dan natural; seperti warna kayu dan batu alam. Itulah sebab penggunaan elemen kayu kadang terasa sangat dominan. Selain itu, warna-warna hangat lainnya seperti hijau, olive, mustard, oranye dan atau kuning, juga sangat biasa ditemukan dalam interior mid-century. Sebagai aksen, Anda dapat mencoba pula menghadirkan warna abu-abu, biru kehijauan dan atau hitam, yang menjadikan ruangan mid-century semakin terlihat atraktif.

via rilane.com

Statement Lampu di Desain Rumah Mid-Century Modern

Selain sumber pencahayaan; pencahayaan artifisial lebih tepatnya, lampu juga memiliki fungsi lain; sebagai salah satu elemen dekoratif.

via thehighboy.com

Kehadiran lampu mampu memperkuat dan mempertegas gaya mid-century pada sebuah ruang. Anda dapat mencoba menggunakan chandelier, lampu bubble, atau lampu lantai arco, yang akan melahirkan suasana khas mid-century modern yang dramatis. Elemen dekoratif semacam lampu memang hampir selalu menjadi salah satu yang bisa memberi sebuah “statement” pada sebuah ruang.

Sekali lagi: “there is no place like home”. Gaya interior mid-century, akan semakin menegaskan ungkapan populer tersebut.

6 Hal Penting yang Harus Diperhatikan dalam Konsep Mid-century Modern

Gaya mid-century modern adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan gaya desain pada pertengahan tahun 1950an. Gaya dekorasi rumah yang kerap digunakan pada tahun 1945 hingga 1980an ini memiliki desain yang sederhana dan terintegrasi dengan alam.

Jika kamu ingin memunculkan kesan mid-century modern pada dekorasi rumah, coba terapkan warna yang hangat dan natural seperti warna kayu. Selain itu kamu juga bisa menggunakan warna lain seperti hijau olive, mustard, orange, kuning, atau bahkan warna trendi seperti pink, abu-abu, biru kehijauan dan hitam.

Konsep mid-century modern ini sangat cocok diaplikasikan pada dekorasi kamar tidur. Karena nuansa ini akan membuat kamar tidur menjadi lebih nyaman dan fun. Lalu apa saja ya yang dibutuhkan untuk mendekorasi kamar dengan gaya mid-century modern?

1. Gunakan elemen kayu asli

Untuk menampilkan kesan mid-century modern pada dekorasi rumah biasanya digunakan furniture yang berbahan alami. Sebagian besar perabotan rumah saat ini menggunakan kayu palsu seperti plywood. Cobalah gunakan kayu asli berkualitas tinggi yang akan meningkatkan mood kamar tidurmu, seperti perabotan yang terbuat dari kayu jati, walnut, oak, atau rosewood.

2. Aplikasikan pola grafis

Pola grafis ini bisa kamu aplikasikan dengan garis geometris yang teratur dan atap datar. Karena garis-garis geometris adalah karakteristik utama dari dekorasi rumah gaya mid-century modern. Tidak hanya pada dinding atau atap, pola ini juga bisa kamu terapkan pada karpet, lemari atau furniture lainnya. Pola geometris yang berani, kuat, dan motif unik lainnya akan memberi kesan grafis yang kuat pula pada kamar tidurmu.

3. Cat dinding dengan warna putih

Warna putih akan semakin memperkuat furniture yang berkualitas tinggi. Karena ciri dekorasi rumah mid-century modern adalah dengan mengutamakan kualitas tertinggi untuk furniture di dalam hunian.

4. Buat dinding berbeda dengan wallpaper

Jika dinding kamarmu telah dicat dengan warna putih, gunakan wallpaper untuk tampilan yang lebih berani. Kamu bisa pilih wallpaper dengan warna dan motif yang mencolok. Selain itu jika kamu bosan, wallpaper akan dengan mudah dilepas dan diganti.

5. Tambahkan jendela besar

Materi kaca pada jendela akan memungkinkan cahaya dari luar masuk ke dalam kamar kamu. Selain jendela, kamu juga bisa menambahkan pintu geser berbahan kaca sebagai pembatas antara kamar tidurmu dengan balkon.

6. Gantungkan lampu klasik

Pilihlah lampu-lampu yang terkesan klasik dan dramatis. Kamu bisa gunakan lampu gantung, pendant atau pun chandelier untuk menambah kesan mid-century modern. Selain fungsional, lampu ini juga akan tampil cantik di kamar tidurmu.

Uniknya Desain Retro, Ciri Khas Interior di Tahun 1960-an bergaya jadul

Gaya artsy bernuansa jadul alias tempo dulu kini mulai kembali diminati dalam desain interior. Salah satunya adalah gaya desain retro. Meskipun sama-sama identik dengan interior bergaya jadul, gaya retro berbeda dengan gaya desain vintage yang berkembang dan menjadi trend jauh lebih dulu sebelum desain retro di era 1920-an hingga pertengahan 1960-an.

google.com

Desain retro baru mulai meramaikan jagad dunia interior pada era 1960-an hingga awal 1990-an. Namun, perkembangan desain retro sendiri sebenarnya telah tumbuh sejak awal tahun 1900-an.

Setiap era dan dekade, desain retro mendapatkan pengaruh dari perkembangan industri lainnya. Berdasarkan era perkembangannya, desain retro bisa diklasifikasikan ke dalam beberapa gaya berikut.

1. Desain Retro Art Deco

architecturaldigest.com

Gaya desain retro satu ini merupakan desain retro yang paling awal berkembang di era tahun 1930-an. Jika melihat dari segi konsep keseluruhan, desain retro art deco lebih identik dengan kesederhanaan dibandingkan desain retro lainnya. Didominasi dengan bentuk-bentuk gubahan masa yang lebih formal dan geometrik serta elemen garis yang tegas dan simpel adalah salah ciri dari desain retro art deco.

Bentuk-bentuk perabot dalam desain retro art deco juga cenderung melebar ke samping atau secara horizontal dengan dominasi material kayu solid yang dikombinasikan dengan material logam seperti besi dan kuningan.

architecturaldigest.com

Desain retro art deco banyak menggunakan warna mint, kuning gading, coklat muda atau beige, abu-abu muda, dan juga krem sebagai warna dasar. Warna-warna ini bisa dikatakan lebih lembut dibandingkan dengan desain retro yang berkembang pada era selanjutnya.

2. Desain Retro Fifties

freshome.com

Sesuai dengan namanya, desain retro fifties berkembang pada era 1950-an. Munculnya gaya desain retro fifties erat kaitannya dengan perkembangan ekonomi dan industri yang pesat pada saat itu, sehingga penggunaan warna dan material pada desain interior menjadi lebih berani dan eksploratif.

Pada desain retro fifties kamu sudah akan menemukan lebih banyak perabot dengan material olajan seberti fiber, vinil, melamim, plastik, karet, dan berbagai material industri lainnya.

pinterest.com

Tak seperti desain retro art deco, pada desain retro fifties kamu akan menemukan warna-warna lebih berani seperti merah, kuning, jingga, hingga warna seperti fuschia sebagai palet warna primer pada ruangan baik dalam elemen perabotan hingga dinding dan lantai.

3. Desain Retro: Pop Art

vintageindustrialstyle.com

Memasuki eran 1960-an, dunia seni dan fashion mulai berkembang dan menjadi kiblat dari perkembangan dunia desain retro. Pada era ini, desain retro lebih dikenal sebagai pop art dimana bentuk-bentuk mulai di ekplorasi lebih tajam dan penggunaan warna pada desain interior sudah tak lagi memiliki batas.

Era pop art merupakan era desain retro yang memiliki kekhasan paling berbeda dibandingkan dengan desain retro yang berkembang pada era-era sebelumnya.

4. Desain Retro Seventies

Saat perpindahan dan memasuki era 1970-an, gaya retro art deco mulai kembali dilirik sebagai bentuk estetis yang baik untuk diterapkan pada gaya interior. Bisa dikatakan bahwa gaya desain retro seventies merupakan transformasi desain retro art deco yang dibalut dengan teknologi yang lebih modern.

pinterest.com

Tak lagi terlalu simpel, pada gaya desain retro seventies bentuk lebih dieksplorasi dan kiblat penggunaan warna lebih mengarah pada palet-palet warna earthy tone.

Meskipun memiliki perkembangan yang berbeda setiap era, desain retro umumnya memiliki karakteristik inti yang menjadi identitas. Karakteristik-karakteristik inilah yang bisa kamu jadikan pedoman untuk megadaptasi gaya desain retro pada desain interior rumahmu. Lalu, seperti apa karakteristik dari gaya desain retro?

Karakteristik Desain Retro

1. Penggunaan warna-warna terang dan berani

Sejak gaya desain art-deco, eksplorasi penggunaan warna-warna cerah dan mencolok sudah terlihat dari penggunaan warna mint yang menonjol dibandingkan warna-warna earthy tone.

Semakin menuju era yang lebih modern, penggunaan warna-warna mencolok ini jauh lebih berani. Penggunaan warna seperti merah, kuning, ungu, dan dikombinasikan warna-warna earthy tone adalah palet warna dasar dari desain retro modern.

flickr.com

Pengaplikasian warna ini nggak hanya bisa diterapkan pada pemilihan material finishing ruang seperti desain-desain lantai, plafon, dan juga dinding, tetapi juga dalam pemilihan perabotan.

Namun, pastikan pemilihan finishing ruang yang kamu miliki memiliki warna yang kontras dari perabot untuk membuat kesan retro lebih hidup, khususnya kamu yang ingin menghidupkan gaya pop art retro.

2. Bentuk Geometris dan Pola Repetitif

pinterest.com

Desain retro didominasi gubahan bentuk dasar yang geometris seperti kotak, segitiga, lingkaran, serta berbagai bentuk geometris lainnya. Bentuk-bentuk ini juga dijadikan sebagai pola. Dalam desain retro, pola umumnya memiliki irama yang repetitif dan lebih teratur.

Selain itu, jika kamu tertarik menggunakan elemen garis, pastikan garis yang digunakan baik itu pada pola furnitur, lantai, maupun dinding merupakan garis-garis tegas lurus khas desain retro. Pola titik-titik alias dotted juga meripakan salah satu pola yang cukup sering muncul dalam desain bergaya retro.

3. Material Sintesis

architecturaldigest.com

Untuk mewujudkan desain retro, salah satu caranya adalah dengan mengaplikasikan penggunaan material sintesis. Material seperti plastik, karet, vynil, fiber dan berbagai bahan logam (misalnya kuningan, tembaga, atau besi) yang dikombinasikan juga dengan berbagai material kayu olahan.

Meskipun umumnya material ini diaplikasikan pada perabot dan furnitur, dalam menata desain retro, jangan takut bereksplorasi dengan menggunakan berbagai material sintesis sebagai finishing elemen dinding atau plafond. Berbagai material sintesis ini juga nggak jarang menjadi pelengkap elemen dekoratif pada interior bergaya retro.

4. Permainan Tekstur

pinterest.com

Tak hanya kaya akan pola, desain retro terkadang juga diwarnai dengan kehadiran tekstur-tekstur. Tekstur dalam desain retro bisa didapatkan mulai dari penggunaan karpet bertekstur, wallpaper dan wall covering, hingga penggunaan material seperti kulit sitesis dan fiber yang memiliki tekstur. Jadi, jika kamu ingin berkreasi dengan desain retro, jangan takut untuk bereksperimen dengan berbagai pilihan tekstur.

5. Pilihan Material Lantai

dezeen.com

Dalam mengaplikasikan desain retro pada interiormu, hanya ada tiga pilihan material lantai yang nggak akan gagal mewujudkan desain retro terbaik. Pertama adalah lantai kayu natural. Pola lantai ini bisa kamu dapatkan dari penggunaan parket atau cara sederhananya dengan penggunaan lantai vynil ataupun lantai keramik motif kayu dan bertekstur kayu.

Pilihan material kedua adalah karpet bertekstur, sedangkan pilihan material finishing lantai untuk desain interior terakhir adalah keramik polos dengan warna berbeda yang di susun dengan pola catur yang teratur.

pinterest.com

Desain retro sendiri berasal dari kaya retrospektif yang berarti melihat kembali ke masa lalu. Jadi, jangan takut untuk buka kembali referensi jadul kamu untuk menemukan berbagai inspirasi gaya desain retro yang menarik untuk kamu hidupkan kembali pada rumah impianmu.

Jangan lupa, pemilihan perabot dan furnitur adalah salah satu aspek yang nggak kalah penting dalam mewujudkan desain retro dalam interior.

Desain Interior Country yang bernuansa khas

Suasana khas desain country dapat Anda hadirkan lewat paduan warna-warna. Anda dapat coba terapkan warna putih dan aplikasikan di seluruh sisi dinding ruangan. Kombinasikan dengan warna coklat di bagian lantai dan plafond yang masih terbentuk balok-balok kayu yang dapat menonjolkan gaya country.

Selanjutnya, hadirkan sofa, coffee table dari bahan rotan, meja sudut dari kayu, dan aksesoris karpet warna coklat serta lengkapi dengan keberadaan perapian. Dengan begitu, nuansa country akan kuat terasa. 

Salah satu gaya desain interior yang paling sering diaplikasikan pada rancangan suatu ruangan adalah gaya country. Gaya country memiliki style yang menarik, dimana ia di dominasi oleh warna-warna earthtone, material yang di ekspos, dan berbagai benda vintage yang diatur sedemikian rupa menjadi salah satu unsur elemen dekorasi. Elemen tadi akan membentuk dan menciptakan suasana yang hangat dan sangat personal untuk pemilik rumah.

Biasanya dalam dekorasi ruang bergaya country akan menggunakan unsur kayu sebagai penutup dinding utama, dengan kayu yang di biarkan apa adanya dengan texture yang terlihat asli. Juga untuk furniture selalu menggunakan yang bertype classic atau vintage. Sehingga furniture bisa menyatu dengan dinding dan menciptakan suasana yang nyaman dan hangat.

Cara paling sederhana untuk menghasilkan gaya country pada desain interior anda adalah cukup menhadirkan lima unsur yang paling banyak digunakan pada rumah bergaya country.

• Earthtone Colors

Warna earthtone atau warna natural sangatlah cocok untuk memberikan nuansa country. Warna natural itu diantaranya adalah putih susu, putih gading, cokelat kayu, krem, juga merah bata. Warna ini biasanya sangat hangat dan bersifat alami seperti warna material alami.

• Material Ekspos

Alam pedesaan dengan nuansa yang sedikit rustic bisa juga sangat identik dengan gaya country. Anda bisa menggunakan material seperti batu alam, kayu, bahkan batu kali sebagai pelapis dinding. Kayu bisa anda pakai untuk lantai dan plafon. Dan yang terpenting adalah, biarkan material itu apa adanya, polos saja, tanpa bahan finishing. Hal tersebut akan menonjolkan kesan natural dan alami.

• Motif Floral

Anda juga bisa menggunakan motif bunga yang memiliki warna kalem atau pastel. Motif bunga ini bisa saja berwarna merah muda, biru langit, hijau tosca. Bunga-bunga itu adalah menjadi ciri khas interior desain gaya country. Pengaplikasian motif bunga ini juga tidak pada semua furniture, cukup ditampilkan sebagai aksen saja, misalnya pada sofa, atau arm chair.

• Elemen Vintage

Elemen dekorasi yang bergaya masa lalu, atau vintage akan sangat memberikan nuansa bergaya country. Anda bisa meletakkan beberapa benda kuno seperti mesin jukebox, atau jam dinding kuno, yang masih kelihatan menawan untuk menghiasi ruangan interior anda.  Selain itu anda juga bisa memakai sofa atau kursi yang memiliki kharakter unik, terutama yang pernah menjadi trend di masa jayanya, seperti perabotan tahun 50, tahun 70 dan sebagainya.

• Bermain Kain dan Renda

Kain dan renda adalah salah satu ciri khas ruangan bergaya country. Anda bisa menggunakannya untuk horden, taplak meja, sarung bantal, pelapis sofa. Selain itu anda juga bisa menampilkan renda pada boneka-boneka sebagai pajangan. Misal boneka wanita eropa dengan pakaian khasnya yang memakai baju berenda.

Berikut ini beberapa contoh desain interior bergaya country yang diambil dari berbagai sumber :