Desain Arsitektural kekinian

Desain interior kekinian shabby chic

“Shabby” jika diartikan dalam bahasa Inggris sebenarnya memiliki konotasi yang negatif yaitu kotor. kumal atau bahkan berantakan. Tetapi jangan sampai terkecoh dengan kata Shabby, karena jika frase Shabby Chic sudah dikombinasikan, maka artinya berubah lagi secara total.

Shabby Chic sendiri pasti sudah akrab di telinga kita semua, terutama untuk yang menggandrungi dekorasi rumah atau desain interior. Ya, Shabby Chic adalah gaya dekorasi rumah atau styling interior yang elegan, kasual, nyaman dan menarik. Ingin tahu lebih banyak tentang dekorasi rumah ala Shabby Chic? Yuk cari tahu.

Via : Impressive Interior Design

Memulai Dekorasi Rumah Ala Shabby Chic

Pastinya dekorasi rumah ala shabby chic tidak mengutamakan formalitas dan tata ruang yang terlalu kaku. Bahkan, memulai dekorasi rumah shabby chic bisa dilakukan dengan perabot atau furnitur yang terjangkau, termasuk juga bahan tekstil, aksesoris rumah dan pernak- pernik kecil lainnya yang mudah ditemukan di pasaran.

Justru karena kemudahan dan terjangkaunya dekorasi rumah ala shabby chic ini, banyak sekali yang semakin jatuh cinta dan berlomba- lomba menyulap ruangan mereka dengan dekorasi rumah khas Bohemian atau shabby chic ini.

Via : Impressive Interior Desgin

Untuk memulai dekorasi rumah shabby chic, kamu tidak perlu repot- repot membeli furnitur baru. Cukup dengan teknik daur ulang yang stylish, maka perabot yang sudah pudar warnanya dan tampak menua malah bisa menonjol sebagai furnitur utama yang menarik perhatian. Kursi duduk tua dari bahan kayu atau rotan dan meja kecil dari zaman orang tua kamu, jangan dibuang dulu  karena bisa jadi pusat ruangan shabby chic.

Selain itu, dekorasi rumah shabby chic juga tidak terlalu monoton, jadi kamu bisa dengan mudah mengkombinasikan antara warna yang dominan hingga lembut dengan mengutamakan bahan yang feminin seperti rendah atau kain warna pastel.

Jika kamu tidak yakin dengan paduan warna, maka warna dasar putih boleh dijadikan acuan yang cukup aman, seperti pada dinding rumah atau lantai kayu yang berwarna krim atau natural.

Hampir semua ruangan di rumah juga bisa diaplikasikan dengan konsep shabby chic, baik dari kamar tidur maupun kamar mandi hingga kebun. Ambil tema penginapan ala musim panas dengan gaya vintage dan voila! rumahmu siap tampil dengan desain shabby chic yang menarik.

Tips Dekorasi Rumah Dengan Konsep Shabby Chic

  1. Memilih WarnaNatural
Via : Impressive Interior Design

Seperti yang dipaparkan sebelumnya, warna putih adalah cara memulai dekorasi rumah shabby chic yang aman. Contohnya untuk ruang keluarga, fokus pada tirai jendela dari bahan ringan dan transparan dengan warna putih. Pilih warna- warna yang memancarkan unsur kalem dan tenang untuk mencapai nuansa shabby chic yang elegan. Perpaduan warna putih dengan kayu juga sering didapuk sebagai trademark shabby chic yang timeless. 

2.  Memajang Aksesoris Rumah Yang Tepat

Via : Pinterest

Tips terpenting dalam memilih aksesoris rumah shabby chic adalahkeseimbangan antara aura matang dengan aura elegan yang belum pudar. Jadi walaupun shabby chic sering menonjolkan aksesoris bergaya tua, hindari pernak- pernik yang terlalu kuno atau kelam karena tidak sesuai dengan tema shabby chic sebenarnya.

Contohnya: padukan aksesoris silver diatas meja kayu atau hamparkan karpet vintage dengan desain bunga. Aksesoris rumah seperti vas bunga, cermin, hiasan dinding dan lilin aromaterapi juga dapat secara instan memunculkan mood shabby chic.

3. Padu Padan Furnitur Shabby Chic

Dekorasi furnitur adalah aspek yang penting dalam penataan ruangan shabby chic, contohnya sofa. Pilih sofa yang berukuran besar dengan bahan yang mudah dicuci. Jika memungkinkan, cari sofa yang sudah punya kesan pernah digunakan dan terkesan antik.

Perabot dengan warna dasar pastel juga bisa menambah unsur shabby chic yang unik dan menarik. Salah satu tips mudah untuk perabot shabby chic adalah menggunakan perabot kayu dan mengecat dengan warna putih. Namun ingat, warna putih ini harus terlihat natural dan tidak terlalu kilat.

Intinya, hindari kesan ” baru” untuk furnitur shabby chic yang akurat.

4. Hunting Dekorasi Serba Ekletik

Tidak perlu mengunjungi toko perabot mewah untuk berburu dekorasi shabby chic. Kunjungi garage sale atau toko antik untuk menemukan bingkai tua, tempat lilin, rak gantung hingga karpet yang sudah punya status ” bekas”.

Selain itu, membeli peralatan dapur juga tidak perlu fokus pada perkakas yang seragam. Contohnya : beli taplak meja dan napkin yang beraneka warna atau cangkir vintage yang berbeda- beda corak. Semakin perpaduan aksesoris ini bervariasi, maka tema yang ceria dan tidak monoton akan muncul di setiap ruangan shabby chic rumah kamu.

Inspirasi Dekorasi Rumah Shabby Chic Bareng Dekoruma

Lagi sedang dalam proses dekorasi rumah menyambut momen spesial seperti Lebaran atau hari istimewa lainnya? Yuk di-shabby chic saja bareng dekoruma. Cuma di dekoruma kamu bisa mencari perlengkapan dan dekorasi rumah yang serba lengkap dan sesuai dengan spirit shabby chic paling utama, yaitu: SERBA TERJANGKAU. Dimulai dari furnitur, aksesoris rumah, hingga lampu dan gantungan rak, semuanya ada di dekoruma.

Untuk memberikan inspirasi ala shabby chic yang cantik dan asyik, yuk lihat produk- produk dekorasi rumah dari dekoruma.

Inspirasi #1 : Ruang Tamu Bergaya Shabby Chic Feminim

Via : Architecture Art Designs

Produk yang bisa kamu dapatkan di dekoruma:

Belva Yuva Sofa 3 Dudukan Putih Snow

Dekoruma

Seamus Furniture Morgiana Nightstand

Dekoruma

Casavarna Lotus Cermin Gantung

Inspirasi #2 : Dapur Lucu Dengan Dekorasi Shabby Chic

Produk yang bisa kamu dapatkan di Unicuu:

Mamoru Mamoru Shabby Mug Cup 3

Temukan lagi berbagai inspirasi dekorasi rumah ala shabby chic yang hanya ada di unicuu. Cuma di unicuu, kamu bisa mendapatkan berbagai perlengkapan rumah dan pernak- pernik dekorasi rumah dengan berbagai ukuran, desain dan bahan dengan harga yang paling terjangkau.

Saatnya menyulap kediaman kamu dengan style dan selera yang benar- benar menunjukkan kepribadian kamu, tanpa harus mengeluarkan biaya banyak.

Desain interior kekinian Coastal atau Nautical

Suasana nautical atau yang disebut juga sebagai coastal mengingatkan kita kepada pemandangan tepi pantai yang selalu bisa membangkitkan semangat. Kehidupan pesisir biasanya identik dengan kenyamanan dan santai. Interior dalam gaya ini ingin mencerminkan suasana tersebut. Interior ruangan didesain dengan sederhana dan santai, dilengkapi dengan material dan furnitur yang tidak berlebihan.

(Sumber: www.birchlane.com)

Warna biru cerah yang dipadukan dengan warna putih, motif garis, rotan, dan kain kanvas dapat membawa suasana dengan nuansa pantai ke dalam rumah Anda. Rumah dapat tampil berbeda dan terlihat lebih segar dengan adanya unsur yang cerah. Aksen pantai seperti kerang, karang, dan binatang laut lainnya dapat menjadi pilihan untuk hiasan rumah dengan penempatan yang tepat.

(Sumber: www.interiordesignfiles.com)

Gaya nautical adalah gaya yang paling tepat untuk digunakan jika Anda ingin menciptakan mood yang menyenangkan di dalam rumah. Anda juga dapat membuat tampilan ini walaupun rumah Anda berada jauh dari kawasan pantai. Berikut adalah beberapa tips untuk menciptakan gaya nautical atau coastal di rumah Anda:

(Sumber: www.dotandbo.com)

Jendela besar untuk pencahayaan. Cahaya adalah unsur yang paling penting untuk mendapatkan gaya coastal, namun sering kali diabaikan. Tiap rumah yang berlokasi di pinggir pantai pasti memiliki jendela yang besar agar cahaya natural dan angin dari luar dapat masuk ke dalam rumah dengan sempurna. Hal ini juga menjadi alasan mengapa warna putih adalah warna khas interior gaya nautical, karena warna putih cenderung mencerahkan ruangan.

(Sumber: www.idesignarch.com)

esain coastal mengaburkan batasan antara interior dan eksterior. Banyaknya jendela, pintu kaca, dan skylightmemungkinkan cahaya matahari natural dari luar untuk masuk ke dalam rumah. Jika rumah Anda tidak memiliki banyak akses untuk cahaya natural masuk ke dalam rumah, pertimbangkan untuk menambahkannya di dalam rumah Anda atau tambahkan elemen lampu.

Interior coastal tidak pernah memakai furnitur yang glossy atau berkilau. Beberapa aksen lain dapat Anda pilih untuk membantu menambah cahaya dalam rumah, seperti cermin yang dipasang berlawanan dengan jendela atau pemakaian meja kaca.

(Sumber: www.trekkertime.com)

Kain yang terlihat bersih dan sederhana. Pada interior coastal, kain yang sederhana dan tidak mencolok merupakan pilihan yang selalu digunakan. Pilih bahan linen untuk tempat tidur, karpet katun, dan tirai yang bergelombang.

(Sumber: www.trekkertime.com)

Kain yang terlihat bersih dan sederhana. Pada interior coastal, kain yang sederhana dan tidak mencolok merupakan pilihan yang selalu digunakan. Pilih bahan linen untuk tempat tidur, karpet katun, dan tirai yang bergelombang.

(Sumber: www.pier1.com)

Material yang natural. Bahan organik seperti rumput laut atau jerami yang digunakan sebagai karpet, furnitur, atau aksesoris lainnya dapat membawa kehangatan alami dan menambah tekstur untuk interior nautical. Beberapa sentuhan tali atau bola pantai dapat menambah daya tarik yang ringan namun tetap sesuai dengan konsep.

(Sumber: www.dotandbo.com)

Desain kayu yang sederhana. Kayu yang keras dan besar mungkin cocok dengan desain interior tropis, namun gaya nautical menggunakan desain kayu yang lebih ringan dan sederhana. Kayu halus berwarna putih yang sudah terlihat tua adalah tampilan yang cocok untuk desain nautical. Warna kayu yang gelap seperti lemari jati dapat juga Anda gunakan pada ruangan yang penuh dengan warna terang, selama warna gelap tidak mendominasi ruangan.

(Sumber: Instagram.com)

Ruangan yang luas. Seperti suasana pantai, rumah bergaya nautical harus terasa santai dan jangan penuhi rumah dengan banyak furnitur dan pernak-pernik lainnya. Letakkan berbagai aksen yang Anda inginkan di pinggir ruangan dan biarkan bagian tengah ruangan kosong. Jika Anda memiliki anggaran yang cukup mungkin perlu merenovasi ruangan agar terlihat lebih luas atau hanya dengan mengatur kembali furnitur yang ada, Anda dapat memberikan kesan yang lebih luas pada ruangan.

(Sumber: residencestyle.com)

Furnitur yang kasual. Furnitur bergaya nautical harus terlihat cocok dengan suasana pantai dan pasirnya, walaupun Anda tinggal di tengah kota. Meja kayu, bangku dari anyaman, sofa dan kaca tebal dapat menjadi pilihan. Untuk pilihan kain, pilihlah kain linen atau denim.

(Sumber: www.countryliving.com)

Hiasan dengan aksen pantai. Berikan sedikit sentuhan pantai yang dapat membawa suasana pantai pada ruangan. Perlu diingat untuk tidak berlebihan. Tambahkan bantal dengan sarung bermotif bintang laut di sofa ruang tamu, gantung pelampung di dinding kamar, atau letakkan beberapa cabang karang laut di dalam vas. Foto dan karya seni dengan latar belakang pantai, seperti mercusuar atau bukit di pinggir pantai, juga dapat digunakan.

Tren Desain Interior Rumah Bergaya Scandinavian

Terdapat bermacam gaya desain interior rumah yang dapat menjadi pilihan untuk mendesain rumah Anda. Salah satu gaya desain interior yang populer saat ini adalah Scandinavian dengan tampilannya yang kental dan unik. Gaya ini sendiri juga cocok untuk diterapkan pada rumah atau apartemen berukuran mungil karena karakteristiknya yang memberi kesan luas pada ruangan. Lalu, apa saja karakteristik desan interior bergaya Scandinavian?

Dominasi Warna Netral

Foto: hominic

Jika membahas tentang skema warna, terdapat beberapa warna yang diasosiasikan dengan gaya Scandinavian, yaitu warna putih, abu-abu, hitam, dan coklat. Interior dengan kombinasi di antara warna-warna tersebut menciptakan kesan tenang dan nyaman.

Foto: italianbark
Foto: ©vindo design – lavande residence

Pada umumnya, dinding dicat dengan warna putih agar furnitur di dalam ruangan dapat lebih ditonjolkan. Warna-warna pastel juga terkadang digunakan pada bagian tertentu sebagai aksen.

Susunan Furnitur yang Sederhana dan Fungsional

Foto: houzz

Foto: ©cipta desain – la verde

Salah satu ciri khas dari desain interior Scandinavian adalah memaksimalkan pengunaan ruang untuk memberikan kenyamanan. Penataan furnitur disusun agar tidak menyulitkan ruang gerak penghuni rumah sehingga ruang dapat digunakan secara maksimal dan terhindar dari barang-barang yang tidak diperlukan. Kabinet dan rak bisa menjadi pilihan yang tepat untuk ruang penyimpanan dengan dekorasi yang menganut ‘less is more’ – agar ruang selalu rapi dan terlihat nyaman.

Foto: cocolapinedesign
Warna Netral atau Natural untuk Lantai
Foto: decoist

Dibandingkan dengan penggunaan karpet secara menyeluruh, lantai dari rumah dengan gaya Scandinavian lebih banyak menggunakan material kayu alami maupun kayu yang dicat dengan warna putih. Hal ini juga dimaksudkan untuk memberi kesan hangat dan luas, serta menerima pencahayaan lebih baik. Lantai plester abu-abu dan keramik putih juga dapat menjadi pilihan untuk lantai rumah bergaya Scandinavian.

Foto: immyandindi

Foto: decorilla

Dekorasi Jendela yang Minimum

Agar kontribusi untuk pencahayaan alami menjadi maksimal, rumah dengan gaya Scandinavian cenderung membiarkan area jendela apa adanya. Jendela dapat pula didekorasi secara minimum, seperti penggunaan tirai tipis berwarna netral. Jika memungkinkan, tentunya Anda dapat memperbanyak bukaan agar rumah senantiasa mendapat udara dan cahaya alami yang sehat dan menyegarkan.

Desain Arsitektur Industrial

 Gaya desain industrial yaitu karakter bangunan yang identik dengan penggunaan material yang berbahan dasar metal, dan dinding bata dengan lantai dasar biasanya menggunakan kayu,beton, ataupun semen. Karakteristik ruangan ini yaitu memberikan kesan unfinished. Biasanya tipe desain ini populer digunakan untuk cafe-cafe. Tetapi sekarang sudah mulai banyak orang menggemari tipe desain ini untuk diterapkan untuk dekorasi rumah/residensial.

pinterest.com

Gaya desain industrial lahir dari kebutuhan untuk merubah fungsi sebuah bangunan seperti pabrik atau sebuah lumbung tua menjadi hunian atau tempat tinggal yang sangat nyaman untuk dihuni. Mendesain bangunan lama seperti itu membutuhkan kecerdikan teknik dan mekanik yang memadai. Dekorasi industrial modern juga membawa konsep ruang terbuka. Peralatan dan aksesorisnya disesuaikan dengan ruang beserta tujuan dan fungsinya.

pinterest.com

Ciri khas pada gaya desain industrial yaitu atap atau langit-langit, dengan atap terbuka dan memperlihatkan elemen struktural menjadi satu fitur yang menunjukan ruangan sehingga tampak atraktif. Terlihatnya saluran pipa serta kerangka bangunan pada langit-langit menjadikannya ciri khas serta keunikan pada gaya desain interior ini.

 

Berikut adalah elemen-elemen dasar dari desain industrial:

Sumber: www.vtwonen.nl

 

Lantai

Pada elemen dasar interior, material yang digunakan adalah lantai kayu/parket atau menggunakan lantai beton/acian, dan tidak menggunakan lantai keramik atau lantai granit. Dengan tampak kasar, ketidaksempurnaan dan tambalan menjadikan seni keindahan yang dimiliki gaya ini.

Sumber: indulgy.com

pinterest.com

Kayu lapuk

Elemen lantai kayu menambah kesan nostaljik dan hangat pada rumah. Kayu juga dapat digunakan sebagai dinding panel, bingkai jendela, meja, atau sekedar hiasan.

Sumber: decoratingyoursmallspace.com

Sistem bangunan

Saluran pipa air, listrik, pemanas, ventilasi, dan pendingin udara biasanya dibiarkan terekspos pada bangunan pabrik-pabrik industrial. Namun, sudah banyak juga sekarang pabrik yang lebih mengedepankan fungsional bangunan sehingga elemen tersebut disembunyikan di dalam dinding. Akan tetapi, tidak semua saluran pipa cocok ditempatkan di dalam interior rumah. Gunakan pipa-pipa kecil sebagai tempat gantungan baju atau untuk menggantung perabotan di dapur Anda.

Sumber: tumblr.com

 

Pencahayaan

Tipe desain interior industrial memiliki pencahayaan yang baik ketika siang hari, karena adanya jendela-jendela yang berukuran besar. sedangkan ketika malam hari lampu-lampu pada desain ini biasanya menggunakan lampu bercahaya redup pada ruangan dan memiliki aksesoris banyak lampu yang menyoroti detail peralatan seperti meja, kursi, dinding, dan benda-benda lainnya.

Sumber: blog.vkvvisuals.com

 

Batu bata

Batu bata sering sekali digunakan sebagai material bangunan dengan gaya industrial. Batu bata sendiri telah lama dikenal karena daya tahan dan umurnya yang panjang. Batu bata biasanya dibiarkan terlihat seperti aslinya dan tidak difinishing.

Sumber: tumblr.com

 

Pencahayaan

Tipe desain interior industrial memiliki pencahayaan yang baik ketika siang hari, karena adanya jendela-jendela yang berukuran besar. sedangkan ketika malam hari lampu-lampu pada desain ini biasanya menggunakan lampu bercahaya redup pada ruangan dan memiliki aksesoris banyak lampu yang menyoroti detail peralatan seperti meja, kursi, dinding, dan benda-benda lainnya.

Pinterest.com

Lampu yang digunakan biasanya berkesan industrial, mulai dari neon hingga lampu gantung yang sering digunakan untuk pabrik. Lampu gantung yang dicat dengan warna porselen atau yang menggunakan penutup alumunium menjadi ciri khas lampu dari pabrik-pabrik tua.

Sumber: karinecandicekong.com

Beton

Beton sering digunakan untuk bangunan pabrik-pabrik tua, baik untuk lantai maupun struktur bangunan. Beton banyak dipakai pada pabrik-pabrik industri abad ke 19 karena sifatnya yang kuat, rendah biaya, dan tahan lama.

Sumber: www.decoist.com

Baja

Sering kita temukan tiang atau balok dengan material baja di dalam pabrik-pabrik industri. Material baja ini pun tidak repot-repot disembunyikan di dalam dinding dan dibiarkan terekspos di dalam ruangan. Tambahkan sentuhan industrial di rumah Anda dengan menggunakan aksesoris atau furnitur yang terbuat dari baja.

Sumber: casavogue.globo.com

Furnitur daur ulang

Material bekas atau recycle sering digunakan dalam konsep arsitektur industrial. Kotak besi bekas, pipa bekas, perangkat-perangkat mekanis, ubin, dan benda-benda keras lainnya dapat menjadi pilihan untuk Anda menciptakan suasana industrial di rumah. Konstruksinya yang kuat dapat digunakan untuk dijadikan perabotan yang kreatif dan unik.

Sumber: wohnzimmer.site

Warna

Beberapa material bangunan biasanya dibiarkan sama seperti aslinya atau dicat dengan warna yang sama agar terlihat monokrom. Namun pada bagian lain seperti furnitur atau hiasan, dapat menggunakan warna cerah.

pinterest.com

tipe gaya indsutrial biasanya menggunakan warna-warna gelap, warna abu ataupun warna netral lainnya diantaranya warna favorit untuk gaya ini yaitu cokelat kayu, merah bata, dan warna hitam.

Sumber: www.homedecorideas.eu

Ornamen

Bentuk ornamen atau pola yang ada pada desain industrialis tidak jauh berbeda dengan yang diterapkan pada desain modern dan minimalis, yaitu garis-garis tegas dan tegak lurus. Pola ini membuat desain industrialis tetap terlihat modern walaupun sering menggunakan material yang natural dan terkesan tua.

 

Berikut adalah ciri-ciri dasar desain interior bergaya industrial :

pinterest.com

dinding

Dinding bata adalah karakteristik yang dimiliki desain rumah gaya industrial. ciri khas yang melekat menampakan visualisasi yang sangat atraktif. Selain bata biasanya kayu atau beton pun menjadi alternatif pemilihan lainnya.

pinterest.com

 

atap terbuka

Ini merupakan ciri khas desain interior industrial. Elemen struktural dan mekanik yang terbuka, dimana pipa-pipa, kerangka balok dilangit-langit tampak jelas yang pada gaya interior lain selalu disembunyikan, menjadi satu langkah paling berani.

Elemen struktural ini menjadi satu hal yang sangat unik dan menarik dalam penataan interior pada gaya desain ini, khususnya pada interior rumah-rumah modern.

perpaduan kayu dan logam metal

Tekstur kayu dengan permukaan kasar dan metal atau logam berkilau, sedikit berwarna hitam, warna emas atau tembaga merupakan ciri lain desain interior industrial. Perpaduan logam dan kayu ini akan memberi keunikan tersindiri pada ruangan. Aksen krom pada kaki meja, dipadukan dengan kayu rustic adalah visualisai karakteristik perabotan industrial.

pinterest.com

 

dekorasi

Dekorasi dan penggunaan perabotan dalam desain rumah gaya industrial, diantaranya Sofa mewah, bantal atau bahkan karpet, dapat memberikan keseimbangan visual yang kontras dan menarik. Untuk meja dan kursi biasanya berbentuk sederhana dengan bahan dasar kayu dipadukan dengan bahan metal.

Foto: tumblr

Gaya arsitektur industrial awalnya merambah desain interior dan arsitektur Eropa akibat banyaknya bangunan bekas pabrik yang tidak lagi digunakan. Agar tidak terbengkalai, maka dilakukan penyesuaian agar gedung-gedung ini bisa dijadikan hunian yang layak dan nyaman. Akan tetapi, walaupun dilakukan beberapa penyesuaian, karakter asli bangunan sengaja tidak dihilangkan.

Sumber: www.impressiveinteriordesign.com

Gaya industrial biasanya menggunakan warna-warna monokromatik dan terkesan maskulin. Beberapa material yang digunakan juga cenderung kasar seperti logam dan baja yang sengaja diekspos untuk menunjukkan karakternya. Material yang digunakan juga memakai bahan-bahan yang didaur ulang atau bahan industri seperti kaca, besi, dan alumunium yang diolah sedemikian rupa sehingga bisa dijadikan elemen interior yang menarik.

Sumber: tumblr.com

Kolom-kolom atau struktur atap sering dibiarkan terlihat dengan jelas, beberapa ada yang di-finishing, tetapi ada juga yang unfinish. Salah satu yang paling terlihat dari gaya industrial adalah ekspos tampilan batu bata. Ada pula batu bata yang dicat dengan warna cerah seperti putih atau warna teduh seperti abu-abu. Pemakaian lantai beton juga sering diterapkan untuk memberi kesan kuat.

Sumber: pinterest.com

 

Furnitur yang digunakan cenderung tanpa finishing dan lebih menunjukkan warna aslinya. Furnitur berbahan kayu biasanya tidak dicat, melainkan hanya dipolitur untuk mengantisipasi rayap. Furnitur berbahan besi, alumunium, dan stainless juga tidak dicat sama sekali, tetapi dibiarkan apa adanya seperti layaknya material asli