5 Pengusaha Ini Sukses Karena Barang Bekas

Terus sekarang pertanyaannya adalah: kenapa jadi pengusaha?

Dulu pernah ada sebuah penelitian yang mengatakan bahwa salah satu indeks negara maju ialah negara yang memiliki jumlah pengusaha/entrepreneur minimal 2% dari total jumlah penduduk. Jadi, misalnya sekarang jumlah penduduk Indonesia ada 250 juta, minimal harus ada 5 juta pengusaha yang ada.

Ada banyak bisnis yang modalnya murah, bahkan sampah dan barang bekas. Nah, biar tambah semangat jadi pengusaha, Kami kasih 5 pengusaha sukses yang cuma bermodal barang bekas:

  1. Kaleng Bekas Made in Eni: Bernilai Ratusan Juta Hingga Tembus Pasar Australia

Kata siapa modal bisnis itu harus mahal? Buktinya Eni Aryani bisa sukses mengawali bisnis kerajinan tangannya dengan hanya bermodal kaleng bekas, kayu bekas, dan cat.

Awalnya, Eni yang gemar melukis ini hanya memanfaatkan kaleng dan kayu bekas yang dapat ditemukan dengan mudah di sekitar tempat tinggalnya. Ternyata produknya ini diminati oleh banyak orang hingga akhirnya ia pun serius untuk menekuni bisnisnya ini sejak tahun 2014. Ada berbagai jenis produk yang sudah dibuat oleh Eni, kaleng kerupuk, tenong, guci tempel, vas bunga, ceret angkringan, dan barang-barang keperluan rumah tangga lainnya. Setiap bulan, Eni mampu meraih omzet puluhan hingga ratusan juta. Bahkan produk-produk buatan Eni sudah diekspor hingga Jepang dan Australia. Keren yah!

  1. Decopatch: Bisnis Piring dan Gelas Bekas Ala Diah yang Bernilai Jutaan Rupiah

Diah mengawali bisnis kerajinan tangannya ini sejak tahun 2007. Meski awalnya hanya karena hobi, akhirnya Diah menekuni bisnis di bidang seni kaca lukis ini sampai sekarang. Modal yang diperlukannya hanya satu juta rupiah. Uang itu digunakan untuk membeli cat dan media lukis yang diambil dari limbah botol bekas, gelas bekas, atau piring yang sudah tidak terpakai. Walau terbuat dari barang-barang bekas dan limbah, tapi produk kerajinan tangan buatan diah memiliki kualitas bagus serta desain yang indah. Hingga kini, produk-produk buatannya sudah diekspor hingga Malaysia, Brunei, Thailand, India, dan China. Kalau Eropa misalnya Hungaria, Bulgaria, Kroasia, Turki, Swis, dan Italia. Wah, patut dicoba nih Gan!

  1. Dari Pengepul Sampah Kayu, Made Kini Jadi Pengusaha Beromzet Rp 300 Juta/Bulan

Banyak orang yang menganggap bahwa kayu bekas itu barang yang tidak berguna. Namun di tangan Made Sutamaya, barang ini bisa dikreasikan menjadi sebuah produk yang memiliki karya seni tinggi. Made mengumpulkan sampah kayu kemudian ia membuatnya menjadi berbagai jenis barang seperti kursi, kayu, meja, pajangan dinding, dan lain sebagainya. Produk-produk buatan Made ini dikenal memiliki nilai artistik yang tinggi sehingga sangat diminati pembeli dari berbagai mancanegara seperti Prancis, Jerman, Italia, bahkan negara-negara Afrika. Kini, Made suah berhasil meraup omzet hingga ratusan juta perbulan. Padahal bisnisnya ini hanya bermodal kayu bekas, paku, dan palu saja. Inspiratif yah?

  1. Nur Handiyah Sulap Sampah Kulit Kerang Jadi Barang Mewah Bernilai Jutaan Rupiah

Dengan kreativitas, sampah pun bisa diubah menjadi barang yang bisa mendatangkan rupiah. Bersama suaminya, ia memulai bisnis kerajinan tangan dari sampah kulit kerang sejak tahun 2000 silam. Ia kemudian mendirikan Multi Dimensi Shell Craft. Ada berbagai produk yang dijual, misalnya lampu-lampu hias dari kulit kerang, lemari, cermin, dan barang-barang furniture lainnya. Siapa sangka, bisnisnya ini bisa mendatangkan omzet hingga puluhan juta rupiah. Bahkan ia sudah mengekspornya hingga Thailand, Kuwait, Bahrain, hingga Amerika. Sugoi!

  1. Jualan Furniture Dari Kayu Bekas, Andra Raup Omzet Rp 12 Miliar/Tahun

Andra Prasetyo bisa dibilang merintis bisnisnya yang bernama Pangjati Rustic Furniture & Crafts ini tanpa modal. Ia hanya memanfaatkan limbah kayu bekas dan ranting bekas untuk membuat kerajinan tangan. Produk kerajinan tangan yang dibuat contohnya meja, kursi, laci, lemari, dan lain sebagainya. Tak hanya laris manis di dalam negeri, produk-produk buatan Anda ini pun laris manis di Eropa. Yunani, Belanda, dan Jerman merupakan negara-negara yang menjadi langganannya. Tak heran jika omzet bisnisnya ini mencapai milyaran setiap tahunnya. Hebat. Semoga bisa menginspirasi kita semua!